Selasa, 01 Mei 2018

Perihal Waktu

"Waktu tak penah tepat ya?"
"Itu karena kita ingin membuat putaran waktu sendiri"
"Maksudmu?"
"Maksudku, mulai detik ini kita tak perlu saling menanti lagi. Biarkan waktu yang membuat kita saling menemukan"
"Apabila kita tak kunjung saling menemukan?"
"Hanya satu; percaya. Maka percayalah, keputusan sang waktu tak mungkin keliru"

Semarang, 1 Mei 2018, 8:44 pm

NJUT! Perihal Waktu

Minggu, 29 April 2018

Kado

Saat kau mengulang tahun:
Berada dalam rentang kepala dua
Kau mengajak bertukar kado
Tidak ada perayaan apa pun dalam hidupku;
di bulan ini.
Perihal angka, masih sekitar satu bulan lagi.

Mengapa harus tukar kado?
Harusnya aku yang menghadiahimu
Barang sebait puisi pengharapan untukmu
Atau sebentuk barang impianmu, misalkan.

Tak mengapa
Kau boleh membungkus kegamangan dan kecemasanmu

Lalu?

Sebaliknya.
Aku akan membungkus ketenanganku.

Ibarat chamomile tea dalam cangkir
Akan kusesap sedikit-sedikit
Kegamangan dan kecemasanmu
Lantas menjadi satu dengan ketenanganku
Perlahan larut,
Dan habis terkikis seiring berjalannya waktu.

Aku juga demikian?
Silakan.

Jadi?
Aku, kamu
:Gamang, cemas, tenang;
Lebur.
Impas.
Sama.

Ngaliyan, 29 April 2018
11:53 am.

NJUT! Kado

Sabtu, 28 April 2018

Nyeri

Karenamu,
Aku menulis ini

Ini bukanlah prosa
Atau puisi
Hanya kata-kata yang dapat kubariskan di selang waktuku
:Berdelusi
:Berdiskusi
Sampai keduanya saling menyalahi
Tak mengapa
Kau boleh menyebut ini elegi;
Suatu perkabungan untuk segala nyeri
yang kutampung di dada sebelah kiri

Ngaliyan, 28 April 2018
Pukul 12:55 am

NJUT! Nyeri

Jumat, 27 April 2018

Asing

Aku masih menunggu
Menanti pastimu
Aku merasa
Tak satu pun tahu
Barangkali kamu juga seperti itu
Kau pulang dalam setiap waktu
Kau paling dalam setiap temu
Saat kaki saling berhadap
Dan mata saling tertaut
Aku tak lebih orang asing
Begitu caramu membiarkan aku membeku
Kita berlaku seakan tak pernah bersua
Sebelumnya

Ngaliyan, 27 April 2018

NJUT! Asing

Selasa, 24 April 2018