Sabtu, 24 Juni 2017

, , , , , ,

Perampasan Tanah Ulayat Oleh Korporasi


Dok. Internet

Judul               : The MAHUZEs
Produksi         : Watchdog Image (Ekspedisi Indonesia Biru)
Karya              : Dandhy Dwi Laksono dan Suparta Az
Tahun rilis       : 2015
Durasi             : 1 jam 25 menit
Resensator     : Zakiyatur Rosidah

The MahuzeS, film dokumenter yang membahas ihwal masyarakat adat di daerah Papua yang berjuang melawan perampasan ruang hidup mereka oleh mega-proyek yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia dengan dalih untuk menjawab tantangan krisis pangan dunia di masa yang akan datang. Pun, demi melancarkan agenda tersebut, Pemerintah menggandeng banyak korporasi untuk beroperasi di sana. Perampasan hak tanah ulayat masyarakat Papua tersebut membuat mereka kehilangan tumpuan hidupnya, yaitu hutan. Kerena bagi mereka, hutan adalah rahim ibu yang memberi kehidupan.
NJUT! Perampasan Tanah Ulayat Oleh Korporasi

Senin, 06 Februari 2017

, ,

Festival Salak Wedi 2017; Langkah Awal Wujudkan Kawasan Agrowisata




Dok. Internet
Kirab Gunungan Salak dalam Festival Salak Wedi 2017, Kamis (26/1)

Desa Wedi Kecamatan Kapas merupakan desa yang memiliki perkebunan salak terluas di Kabupaten Bojonegoro. Hampir setiap lahan milik warga yang tidak digunakan untuk bangunan pasti terdapat pohon salak. Salak Wedi, begitulah orang-orang menyebutnya. Mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat Kabupaten Bojonegoro. Salak wedi yang banyak juga tersebar di Desa Wedi, Kalianyar, Tanjungharjo dan sekitarnya ini digadang-gadang menjadi salah satu ikon andalan Bojonegoro. 

Meskipun pohon Salak Wedi dapat dijumpai pula di desa lain, penamaan Salak Wedi tidak lepas dari historisnya. Singkat cerita yang penulis ketahui dari mulut ke mulut, Salak Wedi pertama kali ditanam oleh K.H. Basyir Mujtaba yang hidup pada pertengahan tahun 1800-an. Ulama yang memiliki nama asli Mujtaba ini berasal dari Dukuh Sekartoyo Desa Pacul Kecamatan Kota ini pernah nyantri cukup lama pada K.H. Kholil Bangkalan Madura. Karena dirasa cukup mampu menguasai ilmu agama, beliau pulang ke desanya, Pacul.
NJUT! Festival Salak Wedi 2017; Langkah Awal Wujudkan Kawasan Agrowisata

Jumat, 20 Januari 2017

,

Resolusi atau 'Resolushit' ?



Dok. Internet
Di tengah euforia tahun baru (meskipun sekarang sudah memasuki minggu ke-3 bulan Januari, ya), ada kata yang tidak pernah absen dan laris terucap oleh setiap orang, wabilkhusus kawula muda. Kata tersebut adalah resolusi. Tahun baru, resolusi baru. Begitulah kiranya. Resolusi disini artinya bukan menunjukkan ukuran dari besar kecilnya pixel, ya. Orang memaknainya sebagai sebuah cita-cita, kepercayaan diri, asa, pun planning yang harus dicapai selama satu tahun ke depan. Tak ayal jika harapan membumbung tinggi serta dilukiskan dalam frame kata nan sarat makna. Tentu, resolusi setiap orang pun berbeda-beda.
NJUT! Resolusi atau 'Resolushit' ?

Senin, 16 Januari 2017

,

Mencetak Karakter Remaja di Era Digital

Dok. Internet
Kemajuan teknologi yang semakin hari semakin berkembang membuat dunia seakan tidak memiliki sekat. Hal ini yang membuat masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi. Orang yang berada di belahan barat akan dengan mudah mendapat informasi yang sedang menjadi tranding topic  di dunia timur. Begitupun sebaliknya. Alhasil, informasi seluruh dunia menyatu dalam satu frame globalisasi. 

NJUT! Mencetak Karakter Remaja di Era Digital

Jumat, 30 September 2016

Kali Aja Mau Kenal

Hai, Pembaca yang ditakdirkan nyasar di blog absurd ini,

Namaku Zakiyatur Rosidah. Terserah mau panggil aku gimana, biasanya sih sapaanku cukup simple, 'Zak', 'Ida' atau 'Zakiya'. Banyak juga yang manggil 'Zaki'. Eh tapi, aku cewek loh ya. Heu. Mungkin Babe atau Emak ngasih nama ini harapannya agar jadi anak yang bersih -hatinya-, cemerlang dan cerdas -otaknya-, sesuai dengan arti namanya. Sepenuhnya aku meng-Aamiin-i. Tapi nyatanya meskipun udah gede, teteup aja (nggak) pinter-pinter, badung dan ngeyelan.

Golek Ilmu di salah satu Universitas yang ada di Semarang manapun dan kapanpun adalah keseharianku sekarang. Yah, mumpung masih muda tidak ada yang lebih indah kecuali berjuang dan riwa-riwi golek ilmu. Semoga barokah.

Aku tegaskan ya, karena lisan dan hatiku tidak sebaik (cieelah..baik, pake tanda baca aja gak bisa) coretan absurdku di blog ini. Maka jangan pernah menilai diriku dari apa yang aku tulis, dan kamu baca. Mari berkawan!

Selain akun sosial media yang udah dicantumin di halaman depan blog ini, bisa juga kenalan denganku di email: zakiyatur(dot)rosidah(at)gmail(dot)com. Hihi
NJUT! Kali Aja Mau Kenal