![]() |
| Dok. Internet |
Dulu,
saat media hanya ada cetak, radio, dan televisi hitam putih masyarakat tidak
cepat panik ketika ada sesuatu heboh di media. Wajar, karena hanya sebagian
kecil penduduk di Indonesia membaca media. Kebanyakan mereka mengonsumsi media
dari gardu, warung, pasar, dan jam’iyyah pengajian.
Itupun informasinya mengalir sangat pelan, sehingga penggiringan opini
masyarakat pun berjalan lambat.
